Pupuk Bokasi Sebagai Pupuk Alternatif Tanaman Cabai

115

A. PENDAHULUAN
Pupuk bokasi adalah pupuk alternatif sebagai pengganti pupuk kandang untuk menanggulangi permintaan pupuk yang terus meningkat, sementara sulit untuk diperoleh dalam jumlah yang cukup dan kontinyu. Bokasi adalah pupuk organik yang berasal dari daun-daun, rumput-rumputan, jerami, sekam, pupuk kandang, dedak dengan menambahkan sedikit EM4 (Efektif Mikroorganisme)

B. KEGUNAAN DAN KELEBIHAN
• Dapat memperbaiki sifat fisik tanah, struktur tanah dan         mengikat air;

•Dapat meningkatkan keragaman dan populasi mikroorganisme dalam tanah untuk pertumbuhan dan produksi tanaman (melalui penambahan EM4);
• Dapat dibuat dengan cara/teknologi yang sederhana;
• Bahan baku mudah diperoleh dan murah;
• Khusus larutan EM4 dapat dibeli ditoko tani.

C. JENIS-JENIS BOKASI DAN RESEPNYA
a. Bokasi jerami-sekam, bahannya yaitu :
1. Jerami Padi 20 Kg
2. Sekam 20 Kg
3. Dedak 2 Kg
4. Gula Pasir 5 – 50 sendok
5. EM4 5 – 10 cc
6. Air bersih secukupnya

b. Bokasi jerami – pupuk kandang, bahannya yaitu :
1. Jerami Padi 20 Kg
2. Pupuk Kandang 20 Kg
3. Dedak 2 Kg
4. Gula Pasir 5 – 10 sendok
5. EM4 5 – 10 cc
6. Air bersih secukupnya

c. Bokasi sekam – pupuk kandang, bahannya yaitu :
1. sekam Padi 20 Kg
2. pupuk kandang 20 Kg
3. Dedak 2 Kg
4. Gula Pasir 5 – 50 sendok
5. EM4 5 – 10 cc
6. Air bersih secukupnya

d. Bokasi Ekspres (24 jam), bahannya yaitu :
1. Jerami atau sekam 20 Kg
2. Pupuk kandang 20 Kg
3. Dedak 2 Kg
4. Gula Pasir 5 – 50 sendok
5. EM4 5 – 10 cc
6. Air bersih secukupnya

D. CARA MEMBUAT BOKASI
1. Membuat larutan EM4 :
• Siapkan air bersih secukupnya dalam baskom;
• Memasukkan EM4 sebanyak 5-10 sdm/paket.
2. Membuat bahan kaskar (tergantung jenis bokasi/paket yang dikehendaki).
Contoh : Bokasi jerami – sekam
• Siapkan jerami yang telah dipotong-potong ukuran 5-10 cm;
• Siapkan sekam;
• Campurkan jerami dan sekam, aduk hingga rata, kemudian tambahkan dedak sambil diaduk sampai tercampur rata.
3. Cara membuat adonan
Campurkan bahan (1) dan (2) dengan cara :
• Bahan (1) disiram ke dalam bahan (2) sedikit demi sedikit, hingga kandungan air adonan mencapai 30%;
• Bila adonan dikepal dengan tangan, air tidak keluar dari adonan dan bila kepalan tangan dibuka/dilepas maka adonan akan mekar;
• Adonan dibuat gundukan dengan ketebalan 10-20cm di atas tanah ubin yang kering atau diatas tanah yang dialasi plastik, kemudian ditutup dengan karung goni selama 3-4 hari (terhndar dari terik matahari dan hujan);
• Suhu gundukan adonan 40-50°C dipertahankan terus hingga 4 hari. Setiap jam, ukur suhu jika sudah mencapai 50°C, adonan dibolak-balik kemudian adonan ditutup kembali;
• Pada hari ke-4 proses fermentasi telah selesai dan siap digunakan/ dipasarkan sebagai pupuk organik.