Perkembangan Toko Tani

153

Kecamatan Marioriawa Merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Soppeng yang memperoleh kegiatan Pengembangan Usaha Pangan Masyarakat (PUPM) pada Tahun 2016.  Gapoktan Marengkalinga Desa Patampanua.
Kegiatan PUPM ini dilatar belakangi harga komoditas pangan khususnya padi yang selalu berfluktuasi dan merugikan petani sebagai produsen, pengolah pangan, pedagang hingga konsumen dan berpotensi menimbulkan keresahan sosial. Fluktuasi pasokan dan harga pangan yang tidak menentu, tidak hanya akan menimbulkan keresahan sosial, tetapi juga akan mempengaruhi pengendalian inflasi.

Sebagaimana dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS), kenaikan harga bahan pangan digolongkan sebagai komponen inflasi bergejolak (volatile foods), karena sifatnya yang mudah dipengaruhi oleh masa panen, gangguan alam, harga komoditas bahan pangan domestik dan internasional. Oleh karena itu, hampir semua negara melakukan intervensi kebijakan untuk menjaga stabilitas harga pangan pokok dan strategis. Harga dan pasokan pangan merupakan indikator-indikator strategis yang saling terkait dan sering digunakan untuk mengetahui: (a) status distribusi pangan, (b) permasalahan yang disebabkan oleh rantai distribusi pangan pokok yang tidak efisien mulai dari tingkat produsen sampai konsumen, dan (c) ketidakcukupan pasokan pangan di suatu wilayah.

Adapun tujuan kegiatan ini antara lain : menyerap produk pertanian nasional dengan harga yang layak dan menguntungkan petani khususnya bahan pangan pokok dan strategis; mendukung stabilisasi pasokan dan harga pangan pokok dan strategis; dan memberikan kemudahan akses konsumen/masyarakat terhadap bahan pangan pokok dan strategis, dengan harga yang terjangkau dan wajar.

Prinsip toko tani ini adalah menjamin harga pembelian dengan mempertimbangkan keuntungan petani yang wajar dan harga eceran terjangkau di masyarakat. Toko tani merupakan bagian dari upaya membenahi struktur dan rantai pasokan pangan. Melalui pendekatan tersebut, rantai pasokan pangan dipangkas hanya menjadi tiga tahap sehingga diharapkan akan mampu membentuk struktur pasar baru.
Toko tani menampung hasil panen petani dan menyalurkannya langsungt kepada masyarakat. Prinsip penjualannya sedikit tapi banyak, untungnya sedikit tapi banyak pembeli dan terus menerus. Harapan ke depan petani memperoleh keuntungan, pedagang memperoleh marjin keuntungan yang wajar. Demikian pula aksesibilitas masyarakat dalam pemenuhan kebutuhan pangan dapat memperoleh harga yang murah dan terjangkau serta berkualitas.

Keberadaan toko tani ini sangat tergantung dengan lokasi masyarakat. Menurut Ketua Gapoktan Marengkalinga, bila di sekitar lokasi toko tani merupakan masyarakat yang berkecukupan, maka penjualan beras di toko tani memakan waktu yang lama.
Walaupun ketua gapoktan pada saat ini belum memperoleh keuntungan dan masih bersifat sosial (tanpa pamrih) itu hal biasa, karena membangun usaha tentunya tidak langsung memperoleh untung yang besar. Tapi dengan berjalannya waktu dan pengalaman mudah-mudahan keuntungan yang diharapkan mereka dapat terwujud. Semoga ketua gapoktan dan Pendamping Lapangan tetap semangat, karena upaya kita adalah untuk membahagiakan mereka yang kurang mampu dan semoga dengan hati yang tulus dalam bekerja membangun ketahanan pangan kita mendapat ganjaran amal yang lebih.

 

Sumber : http://cybex.pertanian.go.id/gerbangdaerah/detail/15142/perkembangan-toko-tani